Oleh Lisa Nurholiza, Divisi Konten Kamisinema

Seperti yang disebutkan Ikhsano dan Stellarosa pada 2015 bahwa sepanjang perkembangan teorinya, film bukan lagi soal apresiasi seni, tetapi juga menjadi praktis sosial.  Film dalam perkembangannya terus menyelipkan isu-isu hangat hingga kontroversial dengan tujuan guna mengungkap sesuatu atau bahkan mendoktrin sesuatu. Film Colonia yang disutradarai oleh Florian Gellenberger yang rilis pada 2015 dan dibintangi aktris terkenal asal Inggris yang beritanya sedang mencuat soal ‘pamit’-nya dari dunia maya, Emma Watson. 

Sumber : Majestic Filmproduktion / Beta Cinema

Secara pribadi, Saya sangat kaget sesaat setelah film ini selesai, diperlihatkan potret-potret asli kejadian dan dokumentasi masa lalu di akhir film, yang mana mengartikan bahwa seluruh cerita dalam film adalah benar adanya. Entah Saya yang melewatkan prolog based on true story dalam film atau memang tidak diberi peringatan itu. Mungkin sutradara berpikir bahwa isu itu memang sudah lama disorot dan digodok di Chile sejak 1960-2010, negara yang berada di Selatan Amerika, sehingga tidak perlu lagi menuliskan based on true story.

Sebuah kisah kelam di Chile tentang sebuah koloni kultus yang dipimpin Paul Schafer atau yang juga disebut sebagai Pius. Seorang yang melarikan diri dari Jerman akibat terjerat kasus pelecehan seksual pada anak dengan membawa pengikutnya ke Timur Tengah, lalu bertemu dengan kedutaan besar Chile untuk Jerman yang akhirnya membawa mereka ke Chile dan membentuk sebuah koloni dengan kedok organisasi amal pada 1960-an.

Sumber : Majestic Filmproduktion / Beta Cinema

Privilege organisasi amal membuat segala pemasokan untuk Colonia Dignidad (yang sekarang ini bernama Villa Baviera) tidak melalui pemeriksaan bea cukai, alhasil Colonia Dignidad juga menjadi penimbun sekaligus penyedia senjata di Chile yang dikirim oleh Amerika karena dukungan Paul Schafer yang bersekutu dengan Jendral Augusto Pinochet yang saat itu mendukung Amerika atas pertentangannya pada Presiden Chile saat itu yang komunis, Salvador Allende.

Paul menggunakan kekuatan bicaranya untuk mendoktrin dan melakukan tindakan otoriter dalam hegemoninya atas nama tuhan dan agama, alhasil pengikutnya sangat tunduk dan patuh pada Paul karena terdoktrin bahwa Paul adalah messenger of god. Hegemoni yang diyakini terbagi menjadi dua jenis, yakni persuasif hegemoni (tanpa penyiksaan) dan represif hegemoni (dengan penyiksaan), nyatanya kedua jenis itu bisa terjadi secara bersamaan dalam sebuah koloni.

Sumber : Majestic Filmproduktion / Beta Cinema

Dalam adegan ‘mans gathering’ diperlihatkan bagaimana Paul melakukan represif hegemoninya, atas nama agama dan aturan otoriternya, Ia bisa menggerakkan seluruh laki-laki dalam koloni untuk menyerang seorang wanita yang melanggar aturan atas nama agama dan dosa. Sedangkan dalam scene Paul yang membangunkan seorang anggota yang sudah mati dalam sebuah pertemuan, juga mendoktrin anggotanya bahwa si mayat sebenarnya masih bisa hidup, asal melihat dengan mata hati kita, namun mayat tetap tidak bangun. Lalu salah satu anggota koloni maju dan berkata jika sebenarnya Pius lah yang bisa melihat itu semua karena dia uluran tangan Tuhan, namun mayat tidak bangun karena mereka semua dipenuhi dosa dan menghambat si mayat untuk bangun lagi, ini menjadi salah satu tindakan persuasif hegemoni Paul.

Sebuah gambaran doktrin yang mengakar kuat hanya dengan ucapan yang dilabeli agama dan dosa, mengglorifikasi diri sendiri sebagai jiwa yang suci dan perantara Tuhan nyatanya memang bisa menggerakkan banyak massa untuk tunduk. Paul Schafer yang dikenal sebagai sejoli Jenderal Augusto Pinochet menggambarkan pengaruh hegemoni agama yang kuat dalam aspek politik, Colonia Dignidad akhirnya dijadikan sebuah ‘pembuangan akhir’ para pemberontak polisi dan Pinochet dengan cara disiksa dengan listrik hingga dikubur di bawah ataupun dibakar dan dibuang ke sungai. 

Sumber : Majestic Filmproduktion / Beta Cinema

Bahkan pengaruhnya sampai memengaruhi kedutaan besar Jerman untuk Chile yang tunduk pada Paul untuk tidak memulangkan anggota Colonia kembali ke Jerman dan harus mengembalikan anggota yang kabur kembali ke Colonia Dignidad. Banyak kasus orang hilang karena pemberontakan di Chile pada 1960-1990 berkaitan dengan Colonia Dignidad, hal ini akhirnya terkuak dan mendapat kecaman keras dari aktivis HAM dunia pada awal tahun 2000, Paul Schafer dipenjara karena banyaknya kasus penghilangan orang, pelecehan seksual anak laki-laki di Colonia dan di Jerman saat sebelum Paul pindah ke Chile, Penyiksaan anggota Colonia, dll. dengan putusan 20 tahun seperti yang dikutip nytimes.com, lalu Paul meninggal di dalam penjara pada 2010 karena serangan jantung.

Tokoh Pius dalam film ini menjadi gambaran bahwa kekuatan doktrin atas nama agama sangat berpengaruh besar, seperti fenomena ormas-ormas di Indonesia yang sebagian besar mengatasnamakan agama, mengglorifikasi pemimpin mereka seolah yang paling suci dengan penyebutan gelar-gelar tertinggi yang tidak diketahui asal-usulnya. Mudahnya penyebutan kafir, haram, dosa, dll. dalam aksinya membuat ormas-ormas di Indonesia terlihat sangat mengerikan layaknya Colonia Dignidad yang dipimpin Paul Schafer dengan sebutan Pius. 

Sumber : Majestic Filmproduktion / Beta Cinema

Pengaruh ormas-ormas di Indonesia juga banyak berkaitan dengan aspek dan situasi politik yang kebanyakan mengerucut pada tindakan genosida oleh pihak-pihak otoriter seperti kasus penembakan 6 anggota FPI di Tol Cikampek KM 50, kengerian lain ormas-ormas ini juga, beberapanya bersifat sangat radikal dan mengerucut pada tindakan terorisme atas nama agama dan jihad, yang jelas-jelas sangat disalahartikan, seperti kasus serangan bom di tiga gereja di Surabaya pada 2018 dan kasus pengeboman Katedral di Makassar baru-baru ini. 

Colonia menjadi gambaran bagaimana situasi politik atas otoriter seorang pemimpin dan gambaran ekstrim ormas-ormas di Indonesia yang memiliki doktrin sangat kuat dan kompleks, semoga hal itu tidak sampai terjadi di Indonesia dan Indonesia bisa lebih damai dengan banyaknya perbedaan, juga mengurangi tindakan atas nama agama hanya demi keuntungan pribadi dan terorisme. 

Tulisan telah diunggah di Instagram pada 7 April