Oleh Fellina Surgawi, Divisi Konten Kamisinema
Tak jarang orang berpikir menampilkan aktor dan budaya tertentu akan menaikkan popularitas dari suatu film dan tidak sedikit juga yang menentang pendapat tersebut. Jadi kalian ada diposisi mana ni? komentarnya

Sumber : Warner Bros / New Line Cinema
Seperti yang kita ketahui bagaimana cara sineas memberikan dan menampilkan film itu akan sangat mempengaruhi kepekaan masyarakat apalagi itu terhubung dengan habit dan sosial suatu kelompok masyarakat, pada film mortal kombat ini kita akan menyaksikan perpaduan budaya Asia dengan Eropa, dan itu akan menjani poin tertentu bagi masyarakat Asia dan Eropa. Ditambah lagi, film ini di adaptasi dari game video pada tahuan 1990-an dengan judul yang sama. Tentu saja ini akan menjadi penarikan tersendiri bagi kalangan yang pernah candu dengan game ini, karenanya siapa si yang tidak menantikan penayangan film ini?

Sumber : Instagram official mortal kombat movie
Diceritakan pertarungan yang akan digelar tersebut adalah pertarungan terakhir yang harus dimenangkan oleh prajurit outworld untuk menuntaskan kemenangan ke-10 nya secara berturut-turut dan akhirnya Shang Tsung kahn berhak menguasai Bumi. Tokoh sentral dalam film ini, Cole Young yang merupakan petarung bayaran tengah bertarung untuk mendapatkan bayaran. Namun, ia harus kalah dalam pertarungannya tersebut. Tanda lahir bergambar naga tersebut menarik perhatian Jax yang merupakan seorang mantan pasukan khusus. Melihat Cole yang memiliki tanda naga yang sama dengannya, ia kemudian membuntuti Cole karena dipastikan para pasukan Outworld akan memburu orang-orang yang memiliki tanda naga untuk dibunuh sebelum turnamen pertempuran digelar.

Sumber : Instagram official mortal kombat movie
Selain dari itu pemain akan sangat mempengaruhi bagaimana film bisa menarik banyak orang. Pada film ini menampilkan Joe Taslim yang merupakan actor ternama dari Indonesia, Hiroyuki Sanada dari jepang, Adoni Marpis dari Yunani, Ludi Lin dari china dan masi banyak lagi. Film dengan durasi 115 menit ini mampu untuk menyajikan adegan action yang cukup sadis, brutal, serta fatality yang menjadi ciri-ciri khas ikonik dari game mortal kombat. Namun, secara keseluruhan, film ini kurang begitu berhasil dalam mengemas alur cerita dan pengembangan karakternya dengan baik. karakter Johnny Cage, yang merupakan salah satu karakter utama dalam serial game-nya justru tidak masuk ke dalam film ini (meskipun di akhir film ditampilkan sebagai cameo). Tentu hal ini membuat penonton bertanya-tanya dengan keputusan dari sutradara yang lebih memilih memasukkan karakter baru dalam cerita daripada memunculkan karakter yang telah dikenal dengan baik oleh para penikmat game-nya.

Sumber : Instagram official mortal kombat movie
Selain penambahan karakter baru, film ini juga menambahkan konsep baru yang tidak ada dalam game-nya, yaitu simbol naga & arcana. Adanya penambahan kedua konsep ini barangkali dimaksudkan oleh sutradara sebagai inovasi untuk menjelaskan asal mula kekuatan yang dimiliki oleh tokoh dalam film, seperti Liu Kang dengan kekuatan apinya, Kano dengan kekuatan lasernya, dan seterusnya. Bayangkan akan bagaimana efek ini bisa memikat penonton ataupun menibulkan pertanyaan yang akan menjadi perbincangan di sosial media, karenanya bisa membaca pasar dan psikolgi orang umum penting agar film yang disajikan lebih terasa terkait dan bisa menyinggung perasaan dalam artian yang positif. Dari dua poin itu kita bisa menyimpulkan, memang benar budaya dan pemain bisa mempengaruhi pemasaran, tapi itu tidak berlaku lagi terhadap film yang memiliki kualitas luar biasa dari segala aspek sinematgrafi dan memilih actor – actor kelas dunia dan kebudayaan yang mendunia dalam menarik minat suatu kelompok karena mereka akan menarik minat dalam skala internasional.
Tulisan telah diunggah di Instagram pada 23 Mei 2021