Oleh Tinneke Sysna, Kamisinema

Perbedaan sudut pandang dan merasa paling benar terkadang mengalahkan ego diri untuk juga menghargai orang lain. Unjuk kebenaran untuk menjatuhkan salah satu pihak, membuat kerusakan pada suatu umat atas nama umat tertentu hingga menimbulkan konflik, trauma dan dendam antar umat beragama. Hal ini menjadi pemicu konflik yang ada dalam film Tanda Tanya (2011). Meskipun sempat menjadi kontroversi karena dianggap mengajarkan ajaran sesat, film Tanda Tanya memiliki makna yang sangat luas dan penting untuk disampaikan pada semua orang, yaitu bagaimana harusnya manusia dapat menebarkan cinta dan kasih kepada sesama umat beragama.

sumber : youtube.com

Film Tanda Tanya adalah film bergenre drama yang memiliki fokus terhadap hubungan antar agama di Indonesia. Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, film ini berhasil mendapatkan banyak penghargaan, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Muslim, Budha dan Katolik. Ketiga agama ini menjadi agama melatar belakangi alur cerita pada film ini. Mengambil setting di Semarang, Jawa Tengah, film ini mengisahkan tentang tiga keluarga yang masing-masing memiliki kepercayaan yang berbeda. Yang pertama adalah keluarga Tan Kat Sun, pemilik restoran non halal namun memiliki rasa toleransi tinggi pada agama lain. Kedua adalah keluarga Soleh, si pengangguran namun memiliki istri yang cantik dan soleha, Menuk. Lalu , ketiga adalah sahabat Menuk, Rika seorang janda yang harus menerima perlakuan sumbang dari teman dan keluarganya karena keputusannya untuk berpindah agama memeluk Katolik. Ketiga keluarga ini hidup di lingkungan yang sama, dikelilingi dengan orang-orang yang berbeda agama pula. Mereka hidup berdampingan dan memiliki konflik tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat.

sumber : youtube.com

Dari awal cerita film ini sudah menunjukkan konflik yang terjadi antar agama. Penusukkan di gereja oleh seseorang misterius yang mengatasnamakan umat tertentu. Hal ini memicu dendam dan konflik yang berkelanjutan antar agama di lingkungan mereka. Yang menarik, selain menampilkan konflik-konflik antar umat, film ini juga menunjukkan cara beribadah dari masing-masing agama dan bentuk toleransi yang dilakukan.

Meski judulnya terkesan singkat dan simpel, Tanda Tanya memiliki isi dan makna yang dalam. Seperti perbedaan sudut pandang tentang siapa sosok yang disalib itu? Apakah ia si pengkhianat nabi, seperti yang diyakini oleh sebagian umat. Atau malah sang juru selamat, seperti yang diyakini sebagian umat lainnya juga. Kedua sudut pandang ini sama-sama diyakini oleh masing-masing penganutnya. Namun, sebetulnya bukan hal itulah yang seharusnya ditanyakan, melainkan mengapa kita sebagai umat beragama tidak bisa hidup rukun berdampingan dengan agama lain? Tanpa harus mencari siapa yang paling benar, dan unjuk diri untuk menjatuhkan umat lainnya. Film ini mengingatkan kita untuk berani menyampaikan cinta dan kasih sesama umat beragama. 

sumber : youtube.com

Dalam film ini, Hanung mengambil kejadian-kejadian yang masih dekat tentang konflik antar umat beragama di Indonesia. Kekerasan yang mengatasnamakan umat tertentu untuk menyakiti umat lain, pengeboman dari satu umat ke umat lainnya. Hal-hal yang menimbulkan konflik, trauma, dendam dan merusak citra dari umat satu ke umat lainnya

Setelah menghadapi banyak konflik dan kehilangan beberapa anggota keluarganya, cerita di film Tanda Tanya ini berakhir indah. Diceritakan bahwa akhirnya mereka mampu berdamai dan hidup rukun berdampingan dengan agama yang berbeda. Film ini menjadi pelajaran penting bahwa tak perlu dipermasalahkan lagi apa yang menjadi perbedaan di suatu umat, sosial, budaya, dan apapun itu. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu menebar kebaikan, mengolah suatu cinta dan kasih menjadi sesuatu yang indah untuk diberikan kepada semua orang.

Tulisan telah diunggah di Instagram pada 12 Juli 2021