Oleh Benny D. Susanto
Cinta, sebuah fase, simbol, bentuk tak benda, yang memang disandingkan tentang dua insan yang menaruh perasaan, kehidupan, bahkan masa depan pada pilihan mereka untuk menjalani hidup bersama. Cinta menaruh makna yang lebih dalam daripada sekedar romansa dua insan. Dalam karya Upi di tahun 2006, Realita Cinta dan Rock ’n Roll, menjadi bentuk sempurna jika kita ingin melihat interpretasi cinta dalam realita manusia, tanpa harus disajikan dengan melankolis dan menye-menye (walaupun memang hal ini menjual jika dikaitkan dengan media film lewat genre romansa). Lewat tulisan singkat berikut, saya ingin mengajak kita untuk bernostalgia dengan film liar pada masanya, atau bagi anda yang belum nonton – pengalaman menonton yang ngena di hati lewat gambaran realita anak remaja di masanya, dan tentunya, membuka mata kita bagaimana film Realita Cinta dan Rock ’n Roll berhasil menyajikan romansa yang berbeda dan real!

Chapter 1: Reality + Love = Dreams (Impian)
Band, merupakan kata magis yang menyihir pikiran dan akal sehat sebagian besar para anak muda di era 90-00an hingga mampu menyingkirkan pendidikan sebagai hal utama dalam hidup mereka. Siapa yang tidak ingin dipuja, terkenal, serta kaya bak The Doors, Oasis, atau sebut saja The Upstairs dari Indonesia? Pengaruh ini yang diangkat sebagai momok utama oleh Upi untuk menjadi sebuah bentuk cinta dan kepolosan Ipang (Vino G. Bastian) dan sahabatnya Nugi (Herjunot Ali) yang memiliki impian menjadi personel band terkenal, walau realitanya, mereka tidak begitu mahir (terbukti mereka membentuk band yang hanya merilis satu lagu, tapi sudah ganti nama lebih dari 20 kali).

Chapter 2: Reality + Love = Friends/Pal (Sahabat) Ipang dan Nugi, entah dari kapan mereka berteman, sejak kecil atau SMA? Itu seakan tidak penting ketika menonton film ini. Kehangatan dan ke-brengsek-an dua remaja bengal ini, menjadi bentuk nyata cinta sahabat yang disamarkan lewat kelakuan jenaka dan bodoh dari keduanya. bukan lah cinta yang nyata kalau tidak merasakan problematika yang nyata pula, dalam hal ini jatuh cinta pada orang yang sama. Benar, klise terdengar namun saya percaya banyak persahabatan diuji lewat situasi ini, terbukti pertemanan keduanya sempat goyah akibat sama-sama cinta pada satu wanita, Sandra (Nadine Chandrawinata) walaupun akhirnya, ada yang harus mengalah.

Chapter 3: Reality + Love = Family (Keluarga)
Ada yang bilang, harta yang paling berharga adalah keluarga. Namun percayalah, kurang lebih satu jam setelah menonton film ini, Upi seakan menepis dan meludahi frasa itu. Secara singkat, keluarga Ipang merupakan cerminan keluarga harmonis namun hadirnya Ipang yang bengal seakan merusak keharmonisan itu. Nugi, besar tanpa sosok ayah dan pada satu masa harus menerima kenyataan bahwa Ayahnya memilih jalan menjadi wanita. Permasalahan tersebut dihadapi dengan keputusan yang sebagaimana anak remaja lakukan, lari dari kenyataan. Namun sepahitnya realita, cinta lah yang menyadarkan dua pemuda ini. Besar cinta seorang kakak kepada adik yang memulangkan Ipang dan berdamai dengan kenyataan bahwa ia adalah anak adopsi, serta pendewasaan diri yang membuat Nugi menerima sang Ayah menjadi Ibunya.

Final Chapter: Reality + Love = Beauty of Life (Keindahan Hidup)
Inilah bentuk cinta yang nyata, ketika realita hidup dihadapi dengan urutan proses yang tepat, menghasilkan keindahan hidup dengan dinamika dan hiruk pikuknya. Ipang dan Nugi mendapatkan akhir cerita yang bahagia, walaupun melewati problematika kompleks di usianya. Namun inilah bukti mengapa masa remaja menjadi fase percintaan yang indah dan akan terus dikenang. Kepolosan kita di masa itu, dibalut dengan masalah hidup beragam, bodohnya kita menghadapinya, dan bijaknya kita menerima kenyataan dengan keputusan yang menjadi penanda pendewasaan.
“Kalau cinta itu nyakitin, dan hidup itu ga ada yang sempurna, terus menurut lu apa sih San yang indah?”
Jika pertanyaan Ipang kepada Sandra tersebut dilontarkan kepada saya, tulisan inilah yang menjadi jawaban saya. Because love can be hurt, and life wasn’t perfect either, but face it and live on it!